Rabu, 24 Juli 2019

HAYUNING TUTUR LAN KELAKON MAMAYU HAYUNING BAWANA


HAYUNING TUTUR LAN KELAKON,MAMAYU HAYUNING BAWANA

Tutur kata dan tingkah laku menunjukkan bangsa ,tutur kata yang indah penuh makna disertai tingkah laku yang mulia adalah permata yang berbinar menerangi semessta.Ucapan yang membuat kedamaian hati setiap orang yang mendengarkannya bagai alunan kidung prama para bidara yang mampu meluluhkan qalbu para iswari.Tutur kata dari kedalaman jiwa yang mengerti rasa,sehingga memberikan kesejukan yang tiada tara.Ketika tutur yang indah itu disertai oleh tingkah laku yang mulia akan membuat orang yang mendengar dan melihat bagai sang gandring yang menari dan memukau para penonton.Halus budi dan bahasa berbaur dengan krama sila yang santun penuh pesona.Hayuning tutur lan kelakon ,indahnya tutur kata dan tingkah laku mampu memberikan rasa tenteram kepada diri sendiri dan lingkungannya. Kasih sayang akan berpadu dalam jalinan kasih tanpa pamrih dari kehalusan tutur yang keluar dari ucapannya dan dari kemuliaan tingkah laku yang ditunjukannya. Jika hal tersebut ada pada masing-masing pribadi , maka dunia akan menjadi indah " Mamayu Hayuning Bawana " , Membuat Dunia ini menjadi Indah.

Arogansi,menghujat dengan kata kasar dan sarkastispun tak akan terjadi ,jika kita mengenal rasa dari ucapan yang paling dalam di lubuk hati kita,hati nurani akan selalu berkata benar tentang suatu kekeliruan atau kehilapan yang telah keluar dari tutur kata dan menjadi sebuah tingkah laku. Bagi orang yang bijaksana harus merasakan dengan segenap cipta,rasa dan karsanya sebelum mengeluarkan suatu ucapan atau tindakan. Janganlah banyak berkata,agar terhindar dari silang sengketa itulah kata-bijak yang sering kita dengar, berfikirlah sebelum berkata dan berbuat agar terhindar dari kesalah pahaman dari apa yang terucap dan dari apa yang kita perbuat.

Ciptakanlah dunia ini menjadi indah dengan keindahan tutur kata dan tingkah laku,sehingga kedamaianpun akan terciptabagai binar mutiara yang kemilau,menenteramkan jiwa dan menyejukkan setiap mata yang memandag.Hayuning tutur lan kelakon,Mamayu Hayuning Bawana,Keindahan tutur kata dan keindahan tingkah laku,membuat keindahan pada semesta.

Senin, 27 Mei 2019

AJA BURU MENANGE DHEWE





GUNDEM GENU RASA

Aja Buru Menange Dhewe

Sifat mau menang sendiri adalah sifat yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Naluri setiap manusia ingin selalu mau menang, tetapi jika ingin menang maka berjuanglah dengan sekuat tenaga agar tujuan itu tercapai. Di dalam perjuangan tersebut harus diingat rambu-rambu yang harus kita patuhi agar kemenangan yang kita dapat terhormat dan diakui oleh semua orang. Kemenangan yang dicedrai tidak akan bertahan lama.Legalitas formil dengan mengikuti segala aturan yang berlaku secara jujur dan adil tanpa pandang bulu akan menjadikan legalitas kemenangan itu sendiri bermartabat.
Karena tujuannya hanya ingin menang dan tidak bersedia untuk kalah mengakibatkan segala daya dan segala carapun digunakan untuk mencapai tujuannya. Akhirnya fitnah ,adu domba,hasutan digunakan sebagai senjata yang ampuh untuk menghancurkan legalitas dari sebuah hasil yang didapatkan.

Mau menang sendiri mengakibatkan buta terhadap kenyataan yang terjadi, kenyataanpun dianggap kepalsuan, data yang validpun dianggap invalid. Jiwanya dipenuhi oleh ambisi yang tak terkendali, akhirnya pikirannyapun mudah terkontaminasi oleh besikan bisikan palsu. Ambisi yang menderas tanpa arah ibarat arus yang membabi buta, telah membutakan seseorang dan tak dapat berpikir jernih.Sadarlah kemenangan yang paling besar itu adalah kemenangan melawan diri sendiri. Pengendalian diri adalah pasukan elite dalam diri ini yang mampu meredam segala gejolak yang berkecamuk dalam hati,pikiran dan keinginan kita.Semoga guratan ini berguna dan ada mamfa'atnya.

Salam Perdamaian


SAPA NANDUR BAKAL NGUNDHUH




GUNDEM GENU RASA

Sapa Nandur Bakal Ngundhuh

Siapapun yang menandur dia pula yang akan menuai, menanam jagung ,maka jagung pula yang akan dipetik, menandur padi maka padi pula yang akan dituai.Demikian pula dari apa yang kita kerjakan ,maka hasilnya akan kita dapatkan dari apa yang kita kerjakan tersebut.Berhati-hatilah didalam berbuat dan berkata,agar jangan apa yang kita perbuat dan katakan menampar diri sendiri.

Kebanyakan orang dalam berbuat dan berkata tanpa berpikir terlebih dahulu tentang akibat apa yang akan terjadi dari perbuatan dan perkataan yang kita lakukan.Berpikir dahulu pendapatan,menyesal kemudian tiada gunanya, Pikiran sering terkontaminasi oleh keinginan-keinginan atau nafsu yang tak terkendali,.Pengendalian diri dapat dilakukan oleh orang yang berjiwa tenang,tidak arogan,dan selalu menggunakan kecerdasan akalnya dalam melihat situasi dan kondisi yang sedang terjadi.

Di zaman yang serba canggih manusia selalu tergoda dengan hal-hal yang baru,berita-berita di media cetak,media elekronik dan media sosial lainnya sangat menggiurkan untuk dibaca dan dikonsumsi.Karena kurang cerdas dalam menganalisa sesuatu,maka tanpa berpikir orang menyebarkan berita-berita bodong,hoaks dan kabar bohong yang tidak ada sumbernya.

Tanpa berpikir panjang dan pertimbangan yang matang,maka efek negatip dari berita-berita bohong tersebut diyakini sebagai sebuah berita yang benar tanpa analisa. Merekapun ikut mengujat dan berkoar-koar dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar.Oh karena ketidak tahuan akibat kurang cerdasnya akal ,maka mereka terbawa arus deras yang membuat mereka hanyut dan tenggelam tanpa ampun. Setelah mereka tenggelam barulah mereka berteriak-teriak minta tolong,apalah daya nasi sudah menjadi bubur,sudah suratan tangan sendiri.

Apapun yang terjadi pada diri kita sendiri adalah hasil buah perbuatan kita sendiri,tetapi sangat aneh dan lucu ,ketika mereka menemukan musibah dari apa yang telah mereka lakukan,mereka berdalih dengan berbagai macam upaya ,agar apa yang mereka telah telah lakukan tersebut merupakan kehilapan yang tak disengaja.Seharusnya mereka harus menyadari dengan sesadar-sadarnya " Ketika mereka melakukannya,dengan sengaja pamer dengan membusungkan dada, setelah mereka terjerat dan terperosok akibat ulahnya , merekapun berdalih seribu alasan, dengan muka pucat, kecut dan ciut nyalinya".

Sekali lancung seumur hidup tidak dipercaya,keledai tidak akan jatuh kelubang yang sama kedua kalinya,sang keledaipun lebih pandai dengan instingnya dari manusia yang tidak pernah mau berpikir dahulu sebelum berbuat

Salam Perdamaian.

WONG SABAR REJEKINE JEMBAR,WONG NGALAH URIPE BERKAH




GUNDEM GENU RASA

Wong Sabar Rejekine Jembar,Wong Ngalah Uripe Berkah

Orang sabar dalam melakukan suatu pekerjaan , tidak metenteng dengan ambisi yang menjulang,dengan sabar mengikuti dan melalui proses yang terjadi, dengan sabar dan teliti bekerja, maka keberhasilah akan didapatkannya. Kesabaranpun menggambarkan ketekunan dan keuletan di dalam sebuah pekerjaan, tidak uring-uringan, tidak grasak-grusuk ,tidak semberono, dan tidak pula asal-asalan.Dengan sabar melakukanya,dengan sabar menunggu hasilnya, dengan sabar pula dia menerima apapun yang menjadi hasil diterima dari hasil yang sudah dikerjakannya. Memulai suatu pekerjaan dengan sabar , dengan sabar berfikir dan tidak tergesa-gesa . Merencanakan sesuatu dengan matang tidak menggunakan nafsu yang menggebu tanpa pertimbangan. Ketika itu dapat diterapkan ,maka rezekipun akan menghampiridan datang tanpa disangka-sangka.

Mengalah untuk menang adalah sebuah sikap teladan yang penuh berkah . Tidak mau mengalah walaupun hal tersebut salah, maka menimbulkan kerugian pada diri sendiri dan orang lain. Kerugian itu memberi dampak buruk terhadap kehidupan pribadi maupun sosial. Mempertahankan pendapat yang keliru adalah hal salah yang tidak bermamfa'at bagi diri sendiri dan orang lain. Pertikaian dan perseteruan akan terjadi jika salah satu dari kedua belah pihak tidak mau mengalah atau tidak mau mengaku kalah ,padahal pada kenyataannya mereka sudah kalah. Kenyataan itu sudah tertera dengan gamblang tetapi mereka tidak mau menerima kenyataan, karena ambisi yang berkecamuk dan tak terkendali.

Menang dan kalah sudah lumrah terjadi,yang menang jangan sombong dan membusungkan dada,yang kalah mau menerima kekalahan dengan ikhlas dan lapang dada. Orang berjiwa besar pasti legowo menerima kekalahan yang terjadi dan tidak membuat hal hal yang dapat merugikan semua pihak.

Salam Perdamaian

"BERANI KARENA BENAR,TAKUT KARENA SALAH"




GUNDEM GENU RASA

Sifat Kesatria adalah sifat " Berani Karena Benar Dan Takut Karena Salah" , sifat ini seharus melekat kepada diri pribadi pemimpin bangsa.Mengatakan kebenaran walaupun sepahit apapun jua,mengaku salah jika benar telah berbuat keliru dan hilaf.Tetapi yang terjadi kebenaran yang merupakan sebuah kenyataan dihadapannya dikatakan sebagai sebuah kepalsuan ,kebohongan bahkan sebuah kecurangan. Memang sangat sulit untuk menerima sebuah kenyataan yang terjadi.Ketika kenyataan itu menguntungkan dirinya sendiri maka sanjungan pujian akan terlontar dari ucapannya,tetapi jika kenyataan itu merugikan dirinya sendiri maka hasutan, fitnahan bahkan ujaran kebencian terdengar sangat keras dari teriakan-teriakanya.

Bangsa yang beradab harus adil menyikapi semua kenyataan yang terjadi , menang dan kalah adalah sesuatu yang lumrah terjadi pada suatu kompetisi.Mengakui sebuah kekalahan adalah sifat seorang kesatria yang berjiwa besar,kemenangan tidak membuat seseorang sombong, takabur dan bangga.

Sebuah aturan di dalam permainan sudah disepakati bersama dan harus ditaati bersama-sama,hakim gari sudah ditentukan,wasitpun sudah ditentukan dengan musyawarah yang menghasilkan mufakat bersama.Hasil mufakat tersebut dijadikan aturan main di dalam kompetisi.Bila wasit dan hakim garis berbuat curang harus diberikan sanksi berdasarkan bukti-bukti kecurangan yang signifikan.Jika kecurangan tersebut tidak terbukti dan tidak dapat dibuktikan secara riil dan terbuka maka hasil yang didapatkan merupakan hasil syah dan kribelitasnya dapat dipercaya dan dipertanggujawabkan.

Berbicara tentang kecurangan maka kecurangan tersebut harus memiliki bukti autentik dengan data-data valid yang jelas, bukan hanya sekedar menuduh dan mempropokasi dengan teriakan lantang ,tetapi bukti tidak dapat ditunjukannya.Validas dari data-data harus dikaji dengan benar agar tidak menjadi hanya sekedar penggiringa opini semata.

Kemenangan dan kekalahan itu jelas dari proses yang transparan dan terbuka dengan menampilkan data-data yang benar dan akurat.Keterbukaan akan memberikan keadilan karena setiap kekeliruan dan kesalahan dapat dipantau dan dilihat bersama untuk dapat dikoreksi dan diperbaiki bersama.Memperlihatkan proses dan tahapan ke publik secara terbuka akan meredam keambiguan atau ketidak pastian persepsi yang timbul.

Ketika tahapan itu sudah berhasil dilalsanakan secara transpran dan terbuka, maka tidak alasan untuk menolak hasil yang didapakan.Seorang kesatria harus berani menerima hasil yang didapatkan ,kemenangan dan kekalahan sudah pasti terjadi,yang menang tidak merendahkan yang kalah dan yang kalah harus menerima kekalahan dengan lapang dada.

Salam Persatuan