Senin, 27 Mei 2019
SAPA NANDUR BAKAL NGUNDHUH
GUNDEM GENU RASA
Sapa Nandur Bakal Ngundhuh
Siapapun yang menandur dia pula yang akan menuai, menanam jagung ,maka jagung pula yang akan dipetik, menandur padi maka padi pula yang akan dituai.Demikian pula dari apa yang kita kerjakan ,maka hasilnya akan kita dapatkan dari apa yang kita kerjakan tersebut.Berhati-hatilah didalam berbuat dan berkata,agar jangan apa yang kita perbuat dan katakan menampar diri sendiri.
Kebanyakan orang dalam berbuat dan berkata tanpa berpikir terlebih dahulu tentang akibat apa yang akan terjadi dari perbuatan dan perkataan yang kita lakukan.Berpikir dahulu pendapatan,menyesal kemudian tiada gunanya, Pikiran sering terkontaminasi oleh keinginan-keinginan atau nafsu yang tak terkendali,.Pengendalian diri dapat dilakukan oleh orang yang berjiwa tenang,tidak arogan,dan selalu menggunakan kecerdasan akalnya dalam melihat situasi dan kondisi yang sedang terjadi.
Di zaman yang serba canggih manusia selalu tergoda dengan hal-hal yang baru,berita-berita di media cetak,media elekronik dan media sosial lainnya sangat menggiurkan untuk dibaca dan dikonsumsi.Karena kurang cerdas dalam menganalisa sesuatu,maka tanpa berpikir orang menyebarkan berita-berita bodong,hoaks dan kabar bohong yang tidak ada sumbernya.
Tanpa berpikir panjang dan pertimbangan yang matang,maka efek negatip dari berita-berita bohong tersebut diyakini sebagai sebuah berita yang benar tanpa analisa. Merekapun ikut mengujat dan berkoar-koar dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar.Oh karena ketidak tahuan akibat kurang cerdasnya akal ,maka mereka terbawa arus deras yang membuat mereka hanyut dan tenggelam tanpa ampun. Setelah mereka tenggelam barulah mereka berteriak-teriak minta tolong,apalah daya nasi sudah menjadi bubur,sudah suratan tangan sendiri.
Apapun yang terjadi pada diri kita sendiri adalah hasil buah perbuatan kita sendiri,tetapi sangat aneh dan lucu ,ketika mereka menemukan musibah dari apa yang telah mereka lakukan,mereka berdalih dengan berbagai macam upaya ,agar apa yang mereka telah telah lakukan tersebut merupakan kehilapan yang tak disengaja.Seharusnya mereka harus menyadari dengan sesadar-sadarnya " Ketika mereka melakukannya,dengan sengaja pamer dengan membusungkan dada, setelah mereka terjerat dan terperosok akibat ulahnya , merekapun berdalih seribu alasan, dengan muka pucat, kecut dan ciut nyalinya".
Sekali lancung seumur hidup tidak dipercaya,keledai tidak akan jatuh kelubang yang sama kedua kalinya,sang keledaipun lebih pandai dengan instingnya dari manusia yang tidak pernah mau berpikir dahulu sebelum berbuat
Salam Perdamaian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar